Namanya Tio, sahabat Aiya waktu sd-smp, waktu sma kita pisah. Dia dulu selalu cerita sama aiya tentang sepupunya Nadya kalo Tio cinta banget sama Nadya.
Sampe waktu kuliah semester akhir ini Tio ngubungin aiya lagi, mulai dekat, tadinya masih bahas masalah Nadya, namun sejak ketemuan pertama, Tio mulai sering ngajak aiya pergi. Aiya sering bilang kalo Nadya sedang ini, itu, ngasi kabar lah ke tio. Tapi tio selalu bilang
“udahlah ai… aku nggak mau lagi nginget masa lalu”
“tapi kan…”
sore ini, tio
“hei jelek,nanti keluar nonton bareng yuk, nonton bola.”
“sama siapa?”
“berdua.”
Padahal aiya pengen banget kak El ikut. Kak El temen Tio yang dikenalin ke aiya, waktu ketemuan pertamanya ama Tio februari kemarin. Dan ternyata kak El yang sempat mencuri perhatian sahabat aiya.
kalo aja kita perginya bareng, ada kesempatan buat ketemu kak El, karena terakhir pembicaraan aiya dan kak El sempat dingin, gara-gara aiya nggak suka becandanya kemaren itu.
“maaf nanti aku mau ke toko buku, mau cari bahan buat nulis”
“o yaudah”
Sulit banget yo buat nerima ajakan kamu, beda kalo sama kak El, kak el bisa buat aku nyaman, walau kamu juga tapi entah aku nggak ngrasain itu sama kamu. Aiya akui kamu lebih menawan dari pada kak el, tapi aiya lebih nyaman sama kak el. Kak el nggak nunjukin sifat manis yang berlebihan, perhatiannya beda. Dia cerdas. Dia bisa buat aiya terus senyum, suasananya selalu rame, dia memperlakukan aiya temen, adek, sahabat, aiya nyaman sama dia. Kaya yang dibilang sahabat aiya. Di sangat nyaman sama kak el.
Mungkin aiya yang terlalu berlebihan sama kak el. Padahal kak el nggak suka sama aiya.
Tapi bukan berarti aiya bisa lalu pelampiasan sama iyo (Tio).
Aiya nggak mau menyakiti dan disakiti. aiya mulai nggak nyaman sama perhatian yang iyo kasi ke aiya. Itu berlebihan.
Iyo, boneka yang kamu kasi ke aiya, nggak aiya buka. Maaf ya..aiya nggak bisa ajak dia nemenin aiya kaya yang kamu mau.
Kak el ngasi aiya lampu kecil, yang aiya idupin kalo mau tidur, atau nemenin kalo aiya lagi nulis, suasananya jadi indah redup.
Kata kak el, biar aiya punya suasana romantis dikamar.
Sebenernya kak el ngasi lampu itu sama sahabat aiya, karena dia baru aja ngenal aiya dan aiya ajak pergi bareng sahabat aiya buat ngrayain ultah bertiga. jadi dia ikutan ngasi kado itu.
”ai, "
”iya, tadi aku nanya sama kak el,"
”apa?”
”kok aku belum pernah dikasi kado, kenapa aiya yang baru kenal udah dikasi kado”
”kan kamu nggak ngajak aku pergi, gitu katanya ai”
”Iya...berarti besok kalo mau dikasi kado kak el, kamu ngajak di makan aja”
”iya..ya..”
Kak... aiya nggak mau kado, aiya nggak mau kalo kakak hanya bales kado itu karna aiya ngajak kak el jalan sama sahabat aiya, Antia.
Aiya nggak mau...
Mungkin emang bener kak el nggak ada rasa dan nggak bisa ngrasain cinta lagi setelah putus sama mantan kakak 2 tahun yang lalu, seperti yang kakak bilang ke aiya.
Mungkin juga aiya hanya terbawa perasaan aja, karna kak Prima pergi dan terlalu sibuk sama dunianya sekarang. Kak prima yang udah nggak perhatian lagi sama aiya. Kak prima yang selalu mikirin kerjaan dan beasiswa ke jepangnya. Kak prima yang buat aiya jatuh sayang sama dia sejak 4 tahun ini.
Mungkin, mungkiiin...
mungkin dalam diri kak el, aiya nemuin sisi lain kaya kak prima. Dewasa, pintar, bisa njawab pertanyaan-pertanyaan aiya. Semoga aiya hanya terbawa suasana. Karna aiya dan kak el beda, beda keyakinan..
Aku mau offline mau keluar dulu ya… Silakan aja yang jauh Kalau begitu sebelum aku off aku mau kasi lagu “ku akui ku sangat menginginkanmu, tapi kusadar ku diantara kalian”
-Sign out-
Pesan yang kau kirimkan semalam itu, membuat saya mematung, terlalu lemas, hingga punggung saya dan kursi saling beradu. Tersandar.
Saya menangis. Entah bahagia atau harus sedih.
Lalu Kenapa kamu selalu bilang tentang dia. Kenapa saat saya bilang saya tidak menyukainya, kamu terus menasehati saya bahwa dia orang yang saya cari. Kenapa?karna dia temanmu? Karna dia yang mengenalkan saya sama kamu?
Kalau saja kamu mau tau, yang saya harapkan adalah kamu. Tapi kamu bilang hati kamu tertutup untuk siapapun. Kamu nggak bisa ngrasain apapun. Dan kamu bilang lagu itu hanya asal-asalan kamu saja, karena kamu selalu suka 90% bercanda dan 10% serius?
Dengan 90% bercandamu yang tidak lucu itu saya semalaman menangis. Sampai menulis inipun air mata saya masih terselip.
“aku belum mau tidur de, tapi aku mau kamu tidur sekarang, biar kamu besok nggak kecapean, gud nite “
Saya selalu senang berbalas-balasan pesan dengan kamu. Perasaan yang nggak saya dapetin ketika dia mengirimkan pesan-pesan perhatiannya sama saya.
Saya nggak tau, saya nggak ngerti. Yang saya tau hati saya sakit.
Kenapa saya kenal kamu, lewat dia? Kenapa…tapi saya juga nggak ingin kenal kamu lewat sahabat saya. Karena ternyata pria yang sering diceritakan sama saya adalah kamu. Saya nggak ngerti emang benar mungkin kalau dunia itu sempit. Sampai menghimpit seperti ini.
Setelah pagi itu, saya nggak tau apa setelah itu bisa bertemu kamu lagi. Walau saya rindu sama kamu.