Aku mau offline mau keluar dulu ya…
Silakan aja yang jauh
Kalau begitu sebelum aku off aku mau kasi lagu
“ku akui ku sangat menginginkanmu, tapi kusadar ku diantara kalian”


-Sign out-








 

Pesan yang kau kirimkan semalam itu, membuat saya mematung, terlalu lemas, hingga punggung saya dan kursi saling beradu. Tersandar.

Saya menangis. Entah bahagia atau harus sedih.

Lalu Kenapa kamu selalu bilang tentang dia. Kenapa saat saya bilang saya tidak menyukainya, kamu terus menasehati saya bahwa dia orang yang saya cari. Kenapa?karna dia temanmu? Karna dia yang mengenalkan saya sama kamu?

Kalau saja kamu mau tau, yang saya harapkan adalah kamu. Tapi kamu bilang hati kamu tertutup untuk siapapun. Kamu nggak bisa ngrasain apapun. Dan kamu bilang lagu itu hanya asal-asalan kamu saja, karena kamu selalu suka 90% bercanda dan 10% serius?

Dengan 90% bercandamu yang tidak lucu itu saya semalaman menangis. Sampai menulis inipun air mata saya masih terselip.

“aku belum mau tidur de, tapi aku mau kamu tidur sekarang, biar kamu besok nggak kecapean, gud nite “
Saya selalu senang berbalas-balasan pesan dengan kamu. Perasaan yang nggak saya dapetin ketika dia mengirimkan pesan-pesan perhatiannya sama saya.

Saya nggak tau, saya nggak ngerti. Yang saya tau hati saya sakit.
Kenapa saya kenal kamu, lewat dia? Kenapa…tapi saya juga nggak ingin kenal kamu lewat sahabat saya. Karena ternyata pria yang sering diceritakan sama saya adalah kamu. Saya nggak ngerti emang benar mungkin kalau dunia itu sempit. Sampai menghimpit seperti ini.

Setelah pagi itu, saya nggak tau apa setelah itu bisa bertemu kamu lagi. Walau saya rindu sama kamu.

0 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
Aiya adalah sepenggal huruf yang saya ambil dari sekian huruf yang merangkai nama saya.

Pengikut